Blog

Masalah Manajemen Keuangan dalam Perusahaan Kecil

Seringkali masalah keuangan yang terjadi disebabkan karena manajemen keuangan perusahaan yang tidak beres. Manajemen keuangan merupakan suatu hal yang krusial dalam sebuah bisnis, tak peduli seberapa besar bisnis tersebut. Itu karena hal ini dapat mempengaruhi keberhasilan atas suatu perencanaan, perealisasian, hingga pertanggungjawaban keuangan.

Lalu, seperti apa masalah manajemen keuangan dalam perusahaan yang hanya memiliki sedikit karyawan? Berikut ini penjelasannya.

Arus Kas Tidak Lancar

Permasalahan ini muncul akibat dari tidak diterapkannya manajemen keuangan untuk operasional usaha tersebut dengan baik. Hal ini bisa terjadi karena kamu kurang memahami bagaimana prosedur dan strategi perusahaan dalam memproduksi dan memasarkan produknya. Ketika biaya produksi dikucurkan lebih besar dibandingkan produk yang berhasil terjual, maka dalam hal ini telah terjadi kesalahan manajemen.

Kesalahan ini mengakibatkan arus kas menjadi tersendat. Sebab, semakin lama kecilnya omset yang didapatkan, akan semakin sulit menutup biaya produksi yang lebih besar. Terlebih lagi jika perusahaan menerapkan sistem bayar di belakang untuk membayar kebutuhan bahan baku. Akibatnya, perusahaan akan memiliki banyak utang dan terancam bangkrut.

Tidak Disiplin Mengelola Stok

Pengelolaan stok yang tidak disiplin akan berdampak negatif terhadap keuangan perusahaan. Sebab, pengelolaan stok berkaitan erat dengan kebijakan manajemen keuangan yang diterapkan.

Kehabisan stok mengakibatkan perusahaan kehilangan pelanggan, pastinya juga kehilangan keuntungan penjualan. Sebaliknya, overproduction mengakibatkan biaya produksi membengkak dan jauh lebih tinggi dibandingkan keuntungan penjualan yang didapatkan. Akibatnya, manajemen keuangan menjadi kacau dan perusahaan merugi.

Mengelola stok secara bukanlah sesuatu yang mudah dan tentunya membutuhkan waktu yang cukup. Apalagi pengelolaan ini harus dilakukan dengan teliti. Untuk membantu tim kamu untuk bekerja dengan efektif dan meminimalisir kesalahan, kamu bisa menggunakan aplikasi point of sales seperti Posy. Dengan menggunakan aplikasi Posy, kamu bisa mengelola stok dan mencatat transaksi keuangan dengan akurat, membuat laporan keuangan dan penjualan. Kalau ada yang mudah, kenapa harus ribet? Yuk, coba Posy gratis di sini: Aplikasi Posy

Pencatatan Keuangan Tidak Jelas

Hal yang sangat mendasar bahwa setiap perusahaan wajib memiliki pencatatan keuangan yang jelas. Tak peduli apakah kondisi bisnis ini sedang mendapatkan keuntungan atau mengalami kerugian. Karena apapun kondisi perusahaannya, itu akan menjadi bahan evaluasi dan dasar untuk menetapkan kebijakan perusahaan selanjutnya.

Sayangnya, jarang perusahaan kecil yang memiliki pencatatan jelas atas proses manajemen keuangannya. Alih-alih memperoleh keuntungan, perusahaan malah tidak mengetahui status keuangannya sendiri karena pencatatan keuangan yang tidak jelas ini.

Dampaknya, perusahaan tidak dapat memutuskan pola kinerja, perubahan kebijakan manajemen finansial, dan kebijakan lainnya. Hal ini menimbulkan ketidakpastian keberlanjutan usaha. Pun jika dipaksakan tetap berlanjut, maka kemungkinan besar kerugian dapat terulang kembali, karena tidak jelasnya evaluasi atas kerugian sebelumnya.

Laba Tidak Ditahan

Kesalahan manajemen keuangan selanjutnya adalah tidak diterapkannya laba ditahan. Hal ini menyebabkan perusahaan akan terus-menerus bergantung pada utang. Terlebih, jika usaha yang kamu bentuk menggunakan modal yang secara keseluruhan atau sebagian berasal dari pinjaman lembaga keuangan.

Perlu kamu ketahui bahwa laba ditahan atau retained earning adalah laba bersih yang dihasilkan oleh kegiatan usahamu dan bukan merupakan dividen kepada para investor. Optimalnya, besaran laba ditahan adalah hasil dari laba bersih dikurangi dividen yang harus dibayar. Retained earning ini akan memberikan sejumlah manfaat bagi usahamu, seperti menghasilkan laba yang lebih tinggi dengan menambah biaya operasional perusahaan.

Keperluan lainnya juga dapat ditanggung, misalnya dan melunasi hutang modal usaha dan berfungsi sebagai dana darurat atau dana cadangan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan investasi usaha. Tidak kalah penting, ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dengan membuat inovasi produk baru, dengan demikian kamu tak perlu pusing lagi untuk mencari tambahan modal.

Agar usahamu terjamin keberlangsungannya dengan konsisten, maka wajib adanya pencatatan keuangan yang jelas ya. Nah, kamu bisa membuat pembukuan yang sederhana untuk mencatat cashflow usahamu. Pembukuannya simpel, tapi cukup informatif untuk ditunjukkan kepada calon pemodal. Seperti apa catatannya? Simak di sini yuk: Contoh Pembukuan Sederhana untuk UMKM