Blog

Modal Usaha Toko Kelontong Terbaru

Tips Berbisnis
Anda pasti sering melihat toko kelontong beredar dimana-mana, ada yang kecil dan yang besar. Mereka memiliki caranya masing-masing dalam membuka usaha dan mempertahankan pelanggan. Berbisnis memang susah-susah gampang, yang paling berpengaruh adalah seberapa banyak koneksimu di dunia ini. Bisnis toko kelontong misalnya, hadir dimana-mana, keuntungannya juga tidak main-main, bisa jutaan bahkan puluhan juta rupiah jika toko kelontong Anda sudah dikenal masyarakat.

Bisnis toko kelontong memiliki pasar yang jelas, itu adalah salah satu alasan mengapa toko kelontong masih saja ada peminatnya, bahkan mungkin akan terus ada walaupun jaman sudah secanggih ini. Maksud dari pasar yang jelas adalah selalu akan ada konsumen yang akan datang ke toko kelontong Anda. Mereka berbelok ke toko Anda untuk membeli barang yang mereka butuhkan dengan harga paling kompetitif, minimal lebih murah jika dibanding dengan minimarket. Tak hanya itu, faktor lokasi juga dapat mempengaruhi jumlah pelanggan yang datang ke toko Anda. Jika Anda hadir di wilayah yang banyak penduduk, maka mereka tentu akan memilih toko yang lebih dekat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, dibanding tempat lain dengan lokasi yang jauh.

Dari situ, tentu kita tahu bila keberadaan toko kelontong masih sangat dibutuhkan. Dengan itu pula, banyak masyarakat yang akhirnya memiliki minat untuk membuka usaha toko kelontong. Ditambah secara sekilas, toko kelontong terlihat tidak memerlukan modal besar untuk memulainya. Setidaknya jika Anda membandingkan dengan minimarket. Namun, apakah Anda penasaran kira-kira berapa ya modal yang dibutuhkan untuk usaha toko kelontong? Kita akan membahasnya dalam artikel di bawah ini.

Modal Usaha Toko Kelontong

1. Modal Rupiah 


Berkaitan dengan modal, pasti yang kita ingat duluan adalah soal modal uangnya. Sebenarnya, jika Anda mau simple saja, Anda hanya memerlukan etalase atau rak, dan membeli barang dagangan. Etalase dan rak harganya bervariasi, jenis dan bahannya-pun bervariasi, bila Anda tidak memiliki modal puluhan juta atau belasan juta, maka yang harus Anda pikirkan adalah bagaimana agar etalase dan rak yang Anda beli sesuai dengan barang yang akan Anda jual. Sebagai contohnya, bila Anda telah memutuskan hanya berdagang cemilan ringan, sembako seperti gula, minyak goreng, garam, maka Anda tidak harus memiliki etalase dan rak besar. Anda bisa merubahnya pelan-pelan seiring berjalannya waktu dan perkembangan bisnis Anda. Jika begitu Anda mungkin bisa membeli rak-rak cemilan murah yang hanya seharga kurang lebih 150.000 – 200.000 rupiah. 

Untuk jumlah raknya sendiri, sesuaikan dengan kebutuhan Anda dan jumlah barang yang akan Anda jual. Harga etalase saat ini memang masih relatif mahal. Satu etalase berukuran panjang 1m dengan lebar 40cm dapat Anda beli di harga 800.000 – 1.500.000 rupiah. Etalase secara fungsi tidak terlalu dibutuhkan, Anda bisa membuat sendiri meja kayu, yang utama adalah rak, tentu tergantung dengan barang apa yang Anda ingin jual nantinya.

Dengan versi modal terbatas, anggap saja Anda memerlukan 2 rak dan 1 etalase kaca, maka modal untuk peralatan yang Anda butuhkan sebesar 1.200.000 rupiah ke atas.Namun bila Anda memiliki modal lebih dari 3.000.000 rupiah atau lebih hanya untuk peralatan dagang Anda, maka silakan disesuaikan sendiri.

2. Modal Tempat


Tempat usaha Anda juga termasuk modal yang perlu Anda pertimbangkan untuk membuka usaha kelontong. Akan lebih baik jika modal tempat sudah Anda perhitungkan, sebelum membeli etalase maupun rak dan penghias lainnya. Jangan sampai toko kelontong Anda terasa sempit karena terlalu banyak rak yang dipajang, sehingga membuat Anda tidak leluasa bergerak.
Selain itu, setting tempat juga perlu Anda perhatikan, untuk mengurangi risiko pencurian oleh oknum tidak bertanggungjawab. Jangan lupakan juga biaya perawatan tempat Anda seperti memperindah hingga biaya listrik toko kelontong Anda mulai dari 500.000-1.000.000 rupiah.

3. Modal Niat


Tidak ada bisnis yang menguntungkan selama Anda tidak menjalaninya dengan semangat dan niat yang tulus, Anda juga harus memiliki semangat yang kuat untuk tahap selanjutnya. Tapi jangan khawatir karena setelah ini akan kami sampaikan beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan toko kelontong Anda.

4. Modal Barang 

Bagian terakhir dari modal adalah barang dagangan itu sendiri. Anda disarankan untuk menjual barang-barang kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat? Mengapa demikian, karena biasanya minimarket modern memiliki harga bahan pokok yang lebih tinggi dibanding toko kelontong. Kondisi ini dapat menjadi kesempatan untuk Anda merebut konsumen minimarket.


Namun tidak apa jika Anda hanya ingin menjual camilan-camilan ringan. Camilan ringan memiliki kecenderungan untuk cepat laku dan lebih cepat balik modal. Bila dihitung total rupiah minimal yang Anda harus keluarkan adalah 3.000.000 rupiah. Modal ini sudah cukup untuk membeli seluruh bahan pokok, dan beberapa cemilan untuk toko kelontong.

Nah jadi itulah penjelasan singkat terkait modal usaha toko kelontong, bisa disimpulkan bahwa modal minimal Anda untuk usaha toko kelontong ini adalah Modal Rupiah minimum + Modal Barang + Modal Tempat = 1.200.000 + 500.000 + 3.000.000 = 4.700.000 rupiah.

Tentu modal minimum tersebut adalah angka yang bisa berubah dan dapat disesuaikan dengan kemampuan Anda. Setelah Anda mengecek tabungan dan sudah siap untuk mulai membuka toko kelontong Anda, berarti sudah saatnya Anda menyimak tips sukses membuka usaha toko kelontong berikut ini.

Tips Usaha Toko Kelontong

1. Tentukan Lokasi Toko Anda


Jika modal Anda terbatas, kami akan selalu menyarankan untuk Anda membuka toko kelontong Anda di teras rumah Anda sendiri. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir mengenai biaya sewa lapak dan lainnya. Kemudian soal letak toko Anda, apabila posisi toko kelontong Anda berdekatan dengan toko kelontong lain, maka Anda harus mencari cara agar toko kelontong Anda tetap ramai dikunjungi. Caranya mungkin dengan menjual produk merek lain yang lebih unggulan baik dari manfaat maupun harga.

2. Pelayanan Kepada Pelanggan


Tidak berbeda dengan layanan lainnya, sebagai pemilik toko kelontong Anda harus tetap memberikan pelayanan maksimal bagi pelanggan. Mungkin banyak penjual kelontong tidak memikirkan hal ini karena dianggap "hanya" berjualan di toko kelontong. Namun, sebaiknya stiga tersebut mulai diubah dan Anda mulai memberikan pelayanan terbaik. Agar pelanggan tetap nyaman dan terus belanja di toko Anda.

3. Jam Operasional


Pastikan jam buka dan tutupnya toko kelontong Anda terjadwal rutin setiap harinya. Terkadang kekurangan dari toko kelontong adalah jam buka dan tutupnya yang berbeda-beda setiap harinya. Hal ini tentu membuat konsumen bingung dan tidak terpenuhi kebutuhannya, jika mereka datang saat toko Anda sedang tutup. Jika ini terus berlanjut maka Anda akan kesulitan untuk mendapatkan pelanggan tetap.

4. Tempat Kulakan Barang


Supplier atau penyuplai adalah pihak yang menjual atau memasok produk. Dalam hal ini pastikan pemasok Anda adalah tangan pertama, atau malah langsung Anda terima dari pabrik. Hal ini sangat berpengaruh pada harga jual produk yang Anda pasang nantinya. Tentu jika harga barang sudah lebih tinggi dari toko kelontong lain sejak awal, maka toko kelontong Anda bisa jadi kurang kompetitif soal harga, padahal faktor utama konsumen memilih toko kelontong adalah harganya yang lebih ekonomis.

5. Pembukuan Barang

Download Posy Sekarang!

Pembukuan juga hal penting dalam bisnis Anda, jangan sampai Anda salah kalkulasi, salah hitung. Seperti tidak tahu berapa modal dan keuntungan Anda. Untuk mengatasi kebingungan tersebut, kami merekomendasi untuk Anda suatu aplikasi sistem yang membantu Anda dalam pembukuan seluruh transaksi toko kelontong Anda. Apakah itu? Perkenalkan aplikasi Posy!

Posy adalah aplikasi online kasir yang dapat mencatat seluruh hal yang perlu dicatat, memudahkan Anda dengan proses 37% lebih cepat dan 100% lebih akurat dari nota, segera mulai bisnis Anda bersama Posy, Semoga Sukses! Yuk, download aplikasi kasir online Posy di sini!