Blog

Begini Tips Copywriting Produk untuk Tingkatkan Penjualan

Tips Berbisnis
Tidak banyak pebisnis pemula yang menyadari pentingnya kemampuan menulis dalam berbisnis. Pada dasarnya, salah satu cara untuk memasarkan produk secara efektif adalah membuat copywriting produk yang menarik. Mengapa demikian?
Copywriting produk berfungsi untuk menarik perhatian calon pembeli supaya tertarik menggunakan produk dari bisnis Anda. Selain itu, copywriting produk yang baik juga akan membantu dalam membangun identitas brand yang dimiliki. Bisa dibilang, copywriting ini bagian dari strategi pemasaran yang dilakukan dengan menarik perhatian pembeli melalui teks atau tulisan.

Biasanya, copywriting dibuat dalam bentuk teks singkat. Meskipun singkat, namun kata-kata yang digunakan harus menarik agar bisa memancing rasa ingin tahu calon pembeli terhadap bisnis yang Anda jalankan.

5 Tips Copywriting Produk Untuk Meningkatkan Penjualan

Meskipun terdengar sederhana, tapi membuat copywriting produk sebetulnya tidak mudah. Diperlukan keterampilan khusus untuk bisa merangkai kata-kata singkat yang bisa memancing pembeli. Jika Anda tertarik untuk menerapkan strategi copywriting, simak tips berikut ini.

1. Kenali Target Pasar

Copywriting yang bagus adalah copywriting yang tepat sasaran. Artinya, ketika merangkai kata-kata, Anda harus mempertimbangkan minat, ketertarikan, serta karakteristik dari calon pembeli.

Misalnya jika target pasarnya adalah ibu hamil atau menyusui, maka bisa menggunakan kata sapaan ‘Moms’ agar terkesan lebih akrab. Contoh lainnya, apabila target pasar adalah pemilik bisnis, maka bahasa yang digunakan sebaiknya lebih formal dengan menggunakan kata sapaan ‘Anda’.

2. Tentukan Keunggulan Produk Yang Mau Ditekankan

Seperti yang dijelaskan di awal, copywriting produk berbentuk teks singkat. Informasi yang disampaikan harus to the point dan spesifik karena tidak ada banyak tempat untuk memberikan deskripsi yang terlalu mendalam.

Tentukan keunggulan yang mau ditekankan melalui copywriting, apakah keunggulan tersebut berupa harga yang murah, adanya garansi produk, atau keunggulan lain. Meskipun produk Anda memiliki banyak keunggulan, tapi pilih salah satu keunggulan untuk ditekankan dalam teks copywriting.

3. Menggunakan Teknik storytelling

Teknik storytelling sudah umum dipakai dalam strategi pemasaran, termasuk ketika membuat copywriting produk. Daripada sekadar memberikan deskripsi, akan lebih menarik kalau deskripsi tersebut disalurkan dalam gaya penulisan yang bercerita. Jadi, ketika teks dibaca, calon pembeli tidak akan merasa sedang membaca iklan, melainkan sedang membaca cerita tertentu.

Contoh storytelling dalam copywriting produk bisa dengan membuat tagline yang unik atau membuat meme dengan kalimat lucu namun menjual. Kalau tulisan dibuat dalam bentuk artikel, maka gaya storytelling bisa diwujudkan dengan gaya penulisan artikel yang menyerupai gaya penulisan cerita fiksi.

4. Headline Harus Sesuai Dengan Isi

Anda mungkin pernah melihat konten artikel yang isinya tidak selaras dengan judul atau headline yang tertera. Banyak orang melakukan hal ini demi mencuri perhatian calon pembeli lewat judul, namun tidak mempedulikan relevansinya dengan isi artikel. Strategi ini sering disebut sebagai click bait. Hindari melakukan hal ini ketika membuat copywriting produk. Pastikan headline produk atau artikel sesuai dengan bagian isi. Ini akan meningkatkan kepercayaan calon pembeli terhadap brand Anda serta produk yang Anda jual.

5. Selalu Sertakan Call To Action

Dalam dunia marketing atau pemasaran, call to action sering juga disebut dengan CTA. CTA harus ada dalam setiap copywriting produk. CTA inilah yang menjadi tempat informasi bagi calon pembeli supaya mereka tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya untuk bisa membeli produk Anda.

CTA bisa hadir dalam berbagai bentuk, misalnya dengan memberikan link ke website toko, ajakan untuk mengunduh aplikasi, dan lain sebagainya. Tanpa CTA, maka copywriting produk yang dibuat pasti sia-sia karena pembeli tidak akan tahu bagaimana cara untuk mengakses produk tersebut.

Memanfaatkan Kasir Online Untuk Memudahkan Penjualan

Bukan cuma copywriting produk sebagai strategi pemasaran, pemilik bisnis juga perlu mempertimbangkan cara untuk mengelola operasional dan administrasi bisnis dengan baik. Bagi pebisnis pemula, pengelolaan operasional bisnis umumnya dilakukan secara manual. Tapi, hal ini sebetulnya tidak disarankan karena akan memakan waktu banyak dan berisiko terjadi kesalahan pencatatan data atau human error.

Sebaiknya, jika ingin mengelola operasional bisnis dengan lebih maksimal, manfaatkan aplikasi kasir online atau Point of Sale (POS). Aplikasi sejenis ini bisa digunakan untuk mencatat transaksi, stok, dan data penjualan secara otomatis. Salah satu aplikasi kasir online yang direkomendasikan untuk pebisnis pemula adalah Posy.

Posy merupakan aplikasi POS yang bisa digunakan oleh pemilik bisnis untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas bisnis secara online serta offline. Di aplikasi ini, pemilik bisnis bisa mencatat segala proses transaksi jual-beli di halaman kasir. Selain itu, riwayat transaksi data penjualan juga akan tercatat secara otomatis.

Dari hasil data yang tercatat di aplikasi Posy, Anda bisa mendapatkan laporan penjualan untuk mengevaluasi kinerja bisnis dan menentukan strategi bisnis ke depannya. Selain itu, Posy juga menyediakan fitur untuk mengelola stok serta mencatat informasi produk. Copywriting produk akan diperlukan untuk mencatat produk pada bagian ini.

Untuk bisa menggunakan Posy, Anda tidak harus mengeluarkan biaya besar. Untuk paket Basic, Posy menetapkan harga langganan mulai dari Rp59 ribu saja per bulannya.  Jika ingin memanfaatkan aplikasi Posy sekaligus mendapatkan fasilitas printer, maka paketnya dimulai dari Rp349 ribu per tiga bulan.

Karena harga paket langganan Posy yang sangat terjangkau, maka Posy bisa diakses oleh siapa saja dengan mudah, bahkan oleh pemilik bisnis yang masih pemula sekalipun. Ingatlah pentingnya memanfaatkan aplikasi kasir online seperti Posy selain mempersiapkan strategi copywriting produk bisnis Anda.