Blog

Cara Memulai Bisnis Thrift Shop, Modal, dan Keuntungannya

Tips Berbisnis
Memulai bisnis thrift shop atau jual beli barang cukup mudah bila kamu menjalaninya dengan tekun. Selama beberapa tahun ke belakang, bisnis thrift shop ini menjadi fenomena yang populer terutama di kalangan anak muda. Awalnya, kegiatan thrifting ini mulai digandrungi untuk menghemat pengeluaran kebutuhan membeli pakaian.

Tidak jarang orang menemukan pakaian bekas dengan merek ternama dan masih sangat layak pakai, namun dengan harga yang cukup miring. Karena itu, tidak sedikit pula yang melihat peluang bisnis dari aktivitas thrifting ini.

Banyak yang sengaja berburu pakaian bekas untuk dijual kembali di online shop. Pakaian hasil thrifting tersebut di-rebranding dan dipercantik tampilannya, sehingga dapat dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Tak heran banyak orang yang mulai tertarik dengan bisnis ini, karena keuntungan bisnis thrift shop cukup besar.

Namun, bisnis thrift shop tidak bisa dijalani dengan asal-asalan. Agar bisnis berjalan jangka panjang dan memiliki keuntungan, simak cara jualan thrift shop di bawah ini.

Pengertian Bisnis Thrift Shop dan Jenisnya

Mungkin kamu sering mendengar istilah thrift shop tetapi tidak benar-benar tahu itu apa. Thrift shop adalah singkatan dari dua kata, yaitu thrift yang berarti hemat dan shop artinya berbelanja.

Berdasarkan asal katanya, arti thrift shop adalah kegiatan jual beli produk fashion bekas, biasanya berupa pakaian. Namun tak hanya itu saja, barang yang dijual juga bisa berupa produk lain seperti tas, sepatu, dan aksesoris lainnya.

Meskipun bersifat bekas, produk fashion thrift shop tetap ramai dicari. Hal ini karena barang thrift shop adalah barang import yang bermerek. Tentu saja harga barangnya mahal jika kamu membeli dalam kondisi baru.

Bisnis thrift shop tidak hanya dilakukan pada dunia online, akan tetapi bisa ditemukan di dunia offline. Biasanya thrift store mudah dijumpai pada kota yang menjadi tujuan para pelajar atau mahasiswa. Hal ini karena mereka memiliki daya tarik untuk mengikuti tren fashion tertentu.

Ada beberapa jenis bisnis thrift shop yang biasanya dijual. Berikut penjelasannya:

1. Indie Thrift Shop

Konsep bisnis thrift shop yang satu ini banyak berkembang pula di Indonesia. Umumnya pengelolanya adalah perseorangan. Idealnya, si pengelola mengurasi barang-barang bekas secara pribadi dari berbagai sumber untuk dijual lagi.

2. Specially Second Hand Stores

Mirip dengan vintage shop, harga di thrift shop tipe ini bisa lebih tinggi daripada yang seharusnya. Mereka punya spesialisasi sendiri. Ada toko yang hanya menjual sepatu bekas bermerek, buku-buku bekas, ada pula yang menjual CD album atau vinyl bekas saja dan lain sebagainya. Mereka biasanya punya pasar khusus atau niche sendiri.

3. Chain Thrift Shop

Bisnis thrift shop ini yang mungkin banyak ditemukan di Indonesia. Modelnya adalah mengimpor baju bekas asal luar negeri yang masih sangat layak untuk ditawarkan pada pasar dalam negeri. Harganya bakal jauh lebih murah daripada beli pakaian baru dengan merek yang sama.

4. Vintage Shop

Jika kebanyakan bisnis thrift shop menjual barang dengan harga yang lebih murah dari harga barang baru, vintage shop sedikit berbeda. Barang yang mereka jual bisa saja bekas, tetapi punya nilai yang tinggi. Bisa karena kelangkaannya atau memori yang tersemat pada pakaian atau barang tersebut. Harganya bisa saja jauh lebih mahal, tetapi kamu punya kesempatan untuk menawar harga.

Modal Bisnis Thrift Shop

Bisnis thrift shop menjadi salah satu bisnis yang membutuhkan modal kecil. Namun, dengan modal yang sedikit tersebut, para pebisnis bisa menghasilkan keuntungan bisnis thrift shop yang besar. Biasanya pakaian Thrift Shop dijual dalam satuan kodi atau karung dengan kisaran harga Rp1 juta.

Di dalam satu karung, pastinya berisi puluhan pakaian acak. Tentunya, tak semua baju layak jual kembali. Ada kalanya beberapa helai pakaian mengalami kerusakan dan mengurangi harga jual. Sehingga, para kamu yang akan menjual harus cermat dalam memilah pakaian.

Untuk menentukan harga jual, kamu bisa menghitungnya dari harga per karung dengan jumlah baju yang siap dilelang kembali. Hitung pula biaya mencuci dan mengemasnya. Biasanya, harga baju di thrift store tak akan lebih dari Rp100 ribu per satuannya. Jika dalam satu karung ada 75 pakaian dan dijual kembali dengan rata-rata satu pakaian seharga Rp50.000,00 maka modal yang kembali serta keuntungan bisnis thrift shop yang didapat adalah Rp3,75 juta.

Keuntungan Bisnis Thrift Shop Masa Kini

Meskipun barang yang dijual adalah barang second, bukan berarti kamu tidak akan bisa mendapatkan keuntungan, lho. Berikut ini beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan saat membuka bisnis thrift shop.

1. Tidak Memerlukan Modal yang Besar

Karena harga produk yang relatif murah, jadi kamu tidak membutuhkan modal yang besar untuk menjalankan bisnis ini. Ketika sudah dibersihkan, kamu bisa menjualnya dengan harga yang sesuai dengan kondisi barang tersebut. Bahkan harganya bisa dua kali lipat dari sebelum barang itu dibersihkan.

2. Harga Jual Murah

Produk thrift ini seringkali merupakan produk branded yang kondisinya masih baik. Saat kamu menjualnya dengan harga yang murah, tentu saja hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri. Barang-barang bekas tidak selalu turun value-nya. Masih banyak barang bekas yang kondisinya masih sangat baik, bahkan seperti baru dan dijual dengan harga yang sangat terjangkau.

3. Mudah Dijual di Marketplace

Jumlah pengguna marketplace di Indonesia semakin banyak. Keberadaannya platform tersebut sangat penting untuk membantu meningkatkan penjualan barang thrifting mu.
Selain berjualan melalui marketplace, kamu juga bisa jualan lewat media sosial. Jadi kamu tidak perlu kerepotan lagi dalam berdagang dan membuka lapak offline yang bisa menghabiskan biaya sewa bulanan yang tidak sedikit.

4. Mudah Menentukan Target Market

Selanjutnya, pastikan kamu menentukan target market penjualan thrift shop tersebut secara lebih spesifik. Hal ini agar nantinya penjualan barang dapat lebih lancar karena sesuai dengan sasarannya. Misalnya, mahasiswa yang tinggal di kos-kosan. Mereka tentu menyukai barang dengan harga murah tapi masih layak pakai karena keadaan finansial mereka yang sangat terbatas. Dari situ, kamu bisa menjual pakaian yg cocok untuk para mahasiswa, entah itu laki-laki ataupun perempuan.

5. Tidak Memikirkan Proses Produksi

Keuntungan lain jika kamu berbisnis thrift shop adalah kamu tidak perlu lagi memikirkan proses produksinya. Kamu juga tidak perlu memikirkan branding produk, karena biasanya produk tersebut sudah memiliki brand yang banyak dikenal orang.

Posy Membantu Bisnis Thrift Shop

Setelah mengetahui cara jualan thrift shop, bagaimana menarik bukan? Kamu bisa mulai menggunakan aplikasi POS seperti Posy untuk membantu mengelola tokomu dengan lebih praktis.

Posy merupakan aplikasi kasir online yang hadir untuk membantu pemilik bisnis dalam mengelola manajemen dan operasional bisnis, termasuk mencatat laporan keuangan usaha kecil. Salah satu fitur unggulan di aplikasi Posy adalah fitur Report atau laporan, yaitu fitur yang akan memperlihatkan laporan penjualan secara real time.

Jadi, tunggu apa lagi? Daftarkan bisnis thrift shop kamu untuk menggunakan Posy, sekarang!