Blog

Butuh Modal Usaha? Lakukan 10 Cara Ini untuk Mendapatkannya

Tips Berbisnis
Modal usaha adalah hal yang penting ketika akan memulai bisnis. Tanpa modal, bisnis baru pasti tidak dapat dijalankan. Banyak pebisnis pemula yang ingin memulai bisnis namun ragu karena merasa tidak memiliki modal yang cukup. Padahal, sumber modal bisnis sebenarnya bisa didapatkan dari mana saja.

Sebenarnya, modal yang diperlukan untuk bisa memulai sebuah bisnis tidak harus besar, apalagi kalau Anda menargetkan untuk memulai bisnis yang kecil lebih dulu. Lantas, dari mana saja modal usaha bisa didapatkan? Simak berikut ini.

Tips mendapatkan modal usaha untuk bisnis baru

Mencari sumber modal tidak sulit, selama Anda sudah menentukan berapa jumlah modal yang diinginkan dan seperti apa bisnis yang akan dijalankan. Berikut ini 10 tips mendapatkan modal usaha untuk bisnis baru.

1. Pakai tabungan pribadi

Ini adalah cara paling sederhana dan paling sering dilakukan oleh pebisnis pemula. Saat membutuhkan modal untuk membangun bisnis baru, pebisnis pemula bisa menggunakan tabungan pribadi yang sudah disiapkan sejak lama.
Tapi, usahakan untuk tidak langsung menghabiskan seluruh isi tabungan sebagai modal bisnis. Setidaknya, sisihkan sekitar 20-30 persen tabungan guna berjaga-jaga jika di kemudian hari Anda membutuhkan dana untuk keperluan hidup.

2. Meminjam kepada teman atau keluarga

Kalau tabungan pribadi yang dimiliki tidak cukup untuk memodali bisnis, maka coba pertimbangkan untuk meminjam kepada teman atau keluarga. Tapi, meskipun pinjaman diberikan oleh orang terdekat, pastikan Anda tetap melunasi pinjaman tersebut setelah bisnis berkembang nantinya.

Keuntungannya, ketika meminjam dengan orang yang sudah dikenal, Anda tidak harus membayar bunga atas pinjaman tersebut seperti saat meminjam di bank.


3. Mengajukan pinjaman ke bank

Apabila membutuhkan modal usaha yang jumlahnya lebih besar, maka bisa coba mengajukan pinjaman ke bank. Biasanya, bank menjadi pilihan untuk mencari pinjaman yang aman dengan bunga yang rendah. Pihak bank juga sudah biasa memberikan pinjaman untuk keperluan bisnis.
Pemilik bisnis perlu menjelaskan mengenai strategi bisnis kepada pihak bank. Pihak bank akan mempertimbangkan apakah bisnis Anda memang layak mendapatkan pinjaman modal atau tidak. Akan tetapi, kalau meminjam di bank, peminjam harus memberikan aset sebagai jaminan apabila di kemudian hari pinjaman tidak bisa dilunasi.

4. Jual aset pribadi

Modal usaha juga bisa didapatkan dari aset pribadi yang dijual. Aset yang dimaksud di sini adalah barang berharga yang resmi milik sendiri, seperti perhiasan, kendaraan pribadi, rumah, dan lain sebagainya. Hasil dari penjualan aset bisa digabungkan dengan tabungan untuk mendapatkan modal usaha yang memadai.

5. Pinjaman online

Selain meminjam di bank, pebisnis pemula juga bisa mengajukan pinjaman ke platform pinjaman online untuk mendapatkan modal bisnis. Dibandingkan dengan pinjaman dari bank, nominal pinjaman online memang tidak terlalu besar, namun pengajuannya lebih cepat dan mudah tanpa harus menjamin aset tertentu.
Tapi, Anda harus berhati-hati agar jangan sampai terjebak dengan skema pinjaman online yang ilegal. Saat ini banyak beredar pinjaman online tidak resmi yang menetapkan bunga pinjaman sangat tinggi.

6. Mencari investor

Solusi lain untuk mendapatkan modal usaha dengan mencari investor. Mencari investor memang tidak mudah, namun ini adalah solusi yang tepat kalau Anda punya visi besar untuk bisnis yang dijalankan secara jangka panjang.

Seorang investor akan memberikan pinjaman dana sebagai modal bisnis tanpa terjun langsung dalam kegiatan operasional bisnis. Nantinya, mereka akan mendapatkan keuntungan dari pengembalian dana setelah bisnis berkembang. Investor bisa ditemukan di mana saja, bisa dari teman, rekan kerja, ataupun keluarga dekat.

7. Menggunakan platform P2P lending

Peer to peer atau P2P lending adalah layanan pinjam meminjam uang yang dilakukan antara satu individu dengan individu lainnya. Transaksi pinjam meminjam dilakukan langsung antara peminjam dengan pemberi pinjaman tanpa ada perantara. Pemilik bisnis yang menggunakan P2P lending akan menjadi peminjam dan orang yang memberikan pinjaman disebut sebagai investor.

Uniknya, untuk mendapatkan modal lewat platform P2P lending, Anda tidak perlu keluar rumah karena semuanya bisa dilakukan melalui aplikasi secara online. Tapi, perlu diperhatikan bahwa pinjaman dari platform sejenis ini biasanya menetapkan bunga yang cukup besar.

8. Mendapatkan BLT UMKM dari pemerintah

Saat ini pemerintah memiliki program untuk memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk UMKM. Selama bisnis Anda memenuhi syarat, BLT dari pemerintah ini bisa dijadikan sumber modal usaha. Di tahun 2022, setiap pemilik usaha yang memenuhi syarat bisa mendapatkan BLT sebesar Rp600 ribu.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mendapatkan bantuan ini adalah memiliki usaha mikro, bukan pegawai BUMN/BUMD atau TNI/Polri maupun ASN, tidak punya pinjaman di bank ataupun KUR, memiliki aset maksimal Rp50 juta, dan penghasilan tahunan tidak boleh lebih dari Rp300 juta.

9. Memanfaatkan program KUR

Bukan hanya memberikan BLT, pemerintah juga memiliki program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yaitu program pembiayaan dari pemerintah dengan bunga yang rendah dan dikhususkan untuk usaha mikro. Pinjaman dari KUR bisa dimanfaatkan untuk modal usaha. Plafon atau limit pinjaman KUR cukup tinggi, sampai dengan Rp500 juta.


10. Mengambil modal dari konsumen

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan modal usaha adalah memanfaatkan dana dari konsumen. Sistem ini bisa diterapkan dengan metode pre-order, dimana pembeli akan membayar sejumlah uang muka terlebih dahulu sebelum barang dipesan, lalu akan dilunasi ketika barang sudah sampai ke tangan konsumen.

Dengan sistem seperti ini, pemilik bisnis tidak harus menyediakan modal besar dari tabungan pribadi ataupun dari pinjaman, karena bisa mengandalkan uang muka dari konsumen untuk membeli stok barang.

Aplikasi kasir online Posy untuk memudahkan bisnis

Sebagai pebisnis baru, akan ada banyak kegiatan operasional yang perlu ditangani sendiri tanpa bantuan karyawan lain. Kegiatan operasional ini meliputi pencatatan stok barang, laporan penjualan, dan lain sebagainya.

Supaya pengelolaan operasional bisnis jadi lebih mudah, coba manfaatkan aplikasi kasir online atau Point of Sale (POS) seperti Posy. Dengan Posy, Anda bisa dengan lebih mudah mengelola inventaris toko, mengelola stok produk, mendapatkan laporan penjualan otomatis, serta menganalisis bisnis yang sudah berjalan.


Segala data yang tercatat di aplikasi Posy bisa diakses kapan saja dan dimana saja karena tersimpan secara online. Saat ini, aplikasi Posy sudah bisa didapatkan melalui Google Play Store di gadget berbasis Android, download di sini!.